Rahasia Kemakmuran III
Satu lagi prinsip menarik kemakmuran adalah milikilah hati ang selalu bersyukur. Hati yang bersyukur berfokus pada hal yang positif dan baik. Apa yang terjadi di pikiran anda, itulah yang akan tumbuh semakin berimpah. Bila yang anda fokuskan negatif itu juga yang akan bertumbuh.
Anggapan atau pemikiran anda tentang uang menentukan apakah anda akan menariknya atau tidak.
Bersiaplah menghadapi tantangannya. Itu adalah paket kemakmuran. Selesaikan tantangan anda dengan sebaik-baiknya, untuk mendapatkan tantangan berikutnya. Kemakmuran membutuhkan kemauan berpikir, mengambil keputusan, mampu membedakan apa yang tidak mampu dibedakan orang lain. Berpikirlah berbeda untuk mendapatkan tindakan yang berbeda agar menghasilkan yang berbeda.
Dalam mencapai kemakmuran tidak ada yang namanya jalan pintas atau lift menuju lantai 99 di gedung pencakar langit. Anda akan menjadi sekaya pertumbuhan kepribadian anda. Sambil berdoa, langkahkan kaki anda. Seperti kata pepatah yunani “bekerja dan berdoa”. Buatlah strategi, planning, strategi, dan lakukan kerjanya.
Hukum relasi sangat penting. Kunci hidup sukses adalah menciptakan relasi yang sukses. Hdup adalah relasi. Kemakmuran adalah kayanya relasi yang sehat dan baik. Hukum sebab akibat berlaku juga dalam membina relasi yang baik. Menggosipkan orang lain menciptakan karma negatif. Ketika anda mampu mamaafkan, kemakmuran akan datang. Karenanya memaafkan dikenal sebagai mukjijat yang terbesar dan paling menguntungkan.
Akhirnya waktu yang memegang peranan penting. Hukum alam bekerja dengan kesabaran dan semua tepat pada waktunya. Seperti benih pohon yang tumbuh hampir tidak terlihat, dan tiba-tiba sudah menjadi pohn yang besar dan rimbun.
Kemakmuran juga membutuhkan system yang dijalankan terus degan disiplin. Karena segala yang bai dicapai dengan perencanaan yang baik. Orang tidak merencanakan gagal, hanya gagal dalam membuat rencana.
Juga hati-hati dengan self talk anda. Kita berbicara dengan menggunaan suara dari mulut kita,namun kita juga berbicara tanpa menggunakan suara lebih banyak.
Kita bisa berbicara sopan di permukaan yang tampak, namun kadang berbicara kasar dan mengumpat dalam pikiran. Hati-hati dengan apa yang diucapkan di hati atau di pikiran. Karena pembicaraan itu akan terulang-ulang menjadi kebiasaan. Dan kebiasaan adalah tuan atas tindakan kita.
Tindakan harian kita yang menentukan kemakmuran kita. Ingatlah selalu apa yang anda bicarakan akan menjadi kenyataan. hal negatif akan menarik yang negatif kepada anda, begitu juga halyang positif menark yang positif.












